Tuesday, May 19, 2009

PRESIDENT INDONESIA 2009-20014, SIAPA???


Ini merupakan analisa yang saya ambil berdasarkan profil ketiga pasang Capres dan Cawapres republik INdonesia

Menganalisa profil masing masing calon presiden dan calon Wakil Presiden periode Pemilu Presiden 2009 ini merupakan yang paling rumit. Sangat berbeda dengan ketika saya menganalisa terpilihnya kembali Presiden Soeharto yang diikuti kejatuhannya tahun 1998.
Ketiga pasang Capres dan Cawapres ini sangat unik. Aura perselingkuhan antar partai sangat kental. Konflik kepentingan teramat kental. Aroma gengsi dan tahan harga sangat pekat sekali.
Semua aura negative ini sudah dimulai sebelum pemilu legislative. Perang terbuka dimulai dari pejabat yang memegang tampuk penting di dalam partai masing-masing. Contoh ketika salah seorang ketua Partai mengatakan bahwa partainya tidak lagi cocok atau tidak berkoalisi dengan partai lain yang pada saat itu sedang berkoalisi. Dan hembusan angin bahorok ini disambut baik oleh partai yang tersinggung dengan segera mempersiapkan dan berani untuk cerai dalam koalisi.
Lagi, aura negative ini tampak jelas, ketika salah satu partai yang menang memberikan criteria tentang pendamping untuk menjadi Cawapres. Kriteria itu ternyata menimbulkan topan badai bagi partai lain. Dan perang pun dimulai.
Perang terbuka dalam arti adu siapa terbaik menjadi pemimpin bangsa dimulai dengan Presiden SBY dan Megawati. Tari poco-poco ditangkis jurus pantun. Jurus BLT ternyata berasal dari JK katanya. Mega akhirnya perintahkan turun ke lapangan untuk mengecek pencairan dana BLT dan boleh. Hercules jatuh bisa jadi karena pemotongan dana perawatan, eh nyatanya yang dipotong adalah penundaan pembelian barang baru.
MAKIN RAME. MAKIN SERU.
Sebelumnya, JK “Lebih cepat lebih baik”, “harus cerdas menyikapi dan bertindak”
SBY reply “ nggak mungkin donk SBY nggak punya apa-apa”, “Segala sesuatunya harus dipertimbangkan masak-masak untuk kesejahteraan rakyat.
Bagaimana dengan pemimpin dan partai-partai lain? Banyak yang kalang kabut, ketika SBY pilih sendiri Cawapres. Banyak yang pergi sana pergi sini. Pokonya HEEEBOOOOH. Nasib gue gimaneeeeee? Bikin koalisi BESAAAAR. Eeeeh ntar dulu, siapa Capresnya. Gue kagak mau cadi wakil malu donk.
Jalan mulai nampak, sportifitas dan kejujuran dan tipu muslihat berseliweran. Pada akhirnya, muncullah tiga pasang nama Capres dan Cawapres.

YUK kita bahas siapa yang bakal jadi Presiden kita di Republik yang kita cintai ini.
Mama Lauren bilang calon Presiden Indonesia 2009 bukan perempuan, tapi laki-laki tinggi besar dan sudah berpengalaman, dia mengatakan dalam suatu acara TV live, pada awal tahun baru 2009. Lebih dari itu dia mengatakan bahwa kondisi Indonesia sangat buruk dengan kejadian alam yang sering membawa bencana.




MEGA – PRABOWO

Berdasarkan profil masing-masing saya akan membahas peluang Megawati sebagai Presiden dengan Prabowo sebagai Wakil Presiden. Berumur 60 tahun, Megawati tahun ini disibukkan dengan kegiatan politik lebih dari tahun sebelumnya. Fokus pikirannya adalah pada politik. Ini betul-betul tahun panas bagi Megawati. Berapa peluang Mega untuk jadi Presiden?
Ini dia.
Tingginya aura negative pada pilpres sekarang ini, mengharuskan Mega waspada. Apabila Mega mampu menetralisir aura negative ini dan membalikkan suasana saya yakin Mega akan memenangkan pertempuran ini. Namun sebaliknya banyaknya lawan atau competitor dan apabila tidak mengetahui situasi aura jahat yang berseliweran dalam dunia politik, Mega akan kecewa berat, dia akan di khianati, dirugikan dengan cara yang tidak dia sangka sama sekali.
Bagaiman dengan Prabowo? Mampukan Prabowo menyelamatkan Mega sampai ke kursi Presiden?
Dengan kekayaan 1, 57 triliun rupiah dan 7,5 juta dollar, paling kaya diantara para competitor, Prabowo punya peluamg yang bagus di bandingkan Mega. Jadi, sejogyanya, pasangan ini maju dengan penuh percaya diri.
Prabowo, yang berumur 58 tahun, bersinar tahun ini, terutama bulan bulan pemilu presiden. Seperti yang kita lihat dalam penampilan Prabowo, begitu adem dan tenang sekali. Memang begitu seharusnya sikap yang harus di lakukan oleh Prabowo. Saya yakin Prabowo punya konselor yang mapan untuk membantunya dalam pengambilan keputusan dan sikap.
Semakin tenang dan bersikap extra hati-hati dengan meminta pertimbangan dari para ahli dalam pengambilan keputusan dan sikap , saya yakin prabowo bisa bersama Megawati ke kursi kekuasaan di negeri ini. Sedikit saja kesalahan dalam sikap dan keputusan akan membawa pasangan ini di rundung malang alias kalah.
Saya tidak begitu yakin dengan pasangan Megawati dan Prabowo, karena pasangan ini berada tidak dalam kondisi yang prima. Aura negative dan kehatian-hatian membayangi mereka. Kesalahan sedikit bisa berakibat fatal bagi mereka. Perlu keajaiban bagi tim sukses untuk membawa mereka dan melindungi mereka.
Tim sukses yang tangguh dan loyal, ya setia merupakan kunci keberhasilam Mega dan Prabowo. Saya tidak melihat unsur keberuntungan dari kedua profil ini untuk memenangkan Pilpres 2009.

SBY - BOEDIONO
Kelahiran tahun 1949, membuat SBY berjaya di awal bulan-bulan 2009. Ini terbukti dengan partai Demokrat sebagai pemenang pemilu legislative dengan suara lebih dari 20 %. Ini menjadikan SBY langsung berhak untuk mencalonkan diri sebaga Capres 2009. Apakah kemenangan ini akan diikuti pada pemilu presiden?
Jika kita tanya langsung pada rakyat, mungkin kemenangan Partai Demokrat lebih diuntungkan karena wibawa dan charisma SBY sebagai Presiden. Banyak rakyat jelata yang simpati kepada SBY dan mereka memilih Partai Demokrat sebagai lambang kesukaan kepada SBY. Inilah salah satu penyebab kemengangan partai Demokrat dan keberuntungan partai dengan adanya SBY sebagai Ketua Dewan Pembina partai.
Menurut profil, kemenangan SBY di pemilu legislative tidak akan diikuti pada pemilu presiden Juli 2009. Seperti halnya Mega dan Prabowo, Aura SBY pada bulan-bulan pemilu Presiden tidak mendukung seperti halnya bulan-bulan pemilu legislative. Aura negative, kecurangan, ketidak percayaan, ketidak setiaan, pertengkaran sangat erat mengelilingi SBY.
Hal ini hanya bisa diatasi apabila SBY mengetahui apa yang akan terjadi dan tindakan apa yang harus diambil. Ini dimulai ketika SBY menentukan calon Wapres secara sepihak alias tidak kompromi dengan partai lainnya. Sehingga muncullah, ketidak percayaan dikalangan partai pendukung SBY, dan akibatnya jelas suara menjadi terpecah dan ini bisa menjadi bencana bagi SBY.
Di atas sudah saya katakan ketika salah seorang petinggi partai democrat menyinggung partai Golkar dalam suatu pembicaraan tanpa berkompromi terlebih dahulu. Hal seperti ini terjadi ketika SBY mengumumkan Cawapresnya secara sepihak pula. Mungkin ini yang jadi picu bencana bagi SBY sehingga larinya suara ke tempat lain.

Bagaimana dengan Boediono ‘berbudi’?

Ini merupakan tahun terakhir bagi Boediono secara professional. Kalau dia menang, merupakan tahun baru bagi nya untuk masuk ke dunia politik. Habis atau mulai. Dibandingkan dengan SBY, Boediono lebih cerah, namu dampaknya bagi Boediono kalau kalah tamat riwayatnya kalau menang langkah baru bagi dirinya.
Tidak jauh bedanya dengan pasangan Mega dan Prabowo, SBY – Berbudi perlu tim tangguh dan terutama loyal terhadap koalisi. Kelemahan SBY saat ini rentan terhadap perpecahan di Koalisi. Partai kecil yang bergabung hanya numpang selamat. Jadi mesin SBY Berbudi dikahawatirkan tidak maksimal. Aura ketidak percayaan dengan SBY dan Boediono sangat kental sekali.
Faktor adu nomor keberuntungan bagi SBY Berbudi kali ini gagal. Satu-satunya cara bagi SBY adalah membangun kepercayaan Koalisi pada dirinya. Bila berhasil, peluang SBY lebih besar dari Mega-Prabowo. Kalau gagal, Ya kalah. Duit berhamburan.

JK – WIRANTO
Dengan umur 67 tahun, Jk kelihatan masih kuat dan siap bertarung. Dan pertarungan itu sedang terjadi. JK lebih siap, nomor keberuntungan JK pada bulan-bulan pemilu Presiden lebih baik dari SBY dan Mega. Wajar suara JK lebih lantang dari SBY dan Mega pada pemilu Presiden ini. Tahun sibuk. Namun kalau kalah, JK bernasib sama dengan Boediono. Tamat karir politik JK. JK harus menyerang habis-habisan, namun kalau menang atau kalah setelah itu keadaan jadi lebih berbahaya.
Alangkah baik Jk menyerang dengan terhormat tanpa membuat orang lain merasa dikalahkan atau dilecehkan. Serang dan peduli adalah kunci keberhasilan JK.

Terakhir kita bahas Cawapres Wiranto.
Kemampuan Wiranto untuk melihat peluang dan melaksanakan dengan keyakinan, Wiranto pasti menang. Jika tidak seksama, pasti gagal. Bagi Wiranto hanya dua saja; ketahui dengan pasti atau sebaliknya pasrah saja.
Ketahui dengan pasti dimaksudkan harus memaksimalkan kondisi saat ini berdasarkan pengalaman sebelumnya. Bila ini diabaikan, dipastikan kalah. Jadi menyerang bersama JK dengan penuh perhitungan akan memenangkan pertempuran ini untuk jadi putra terbaik bangsa untuk tahun ini. Men of the year.

KESIMPULAN
Peringkat pertama : JK – WIRANTO
Peringkat kedua : SBY – BOEDIONO
Peringkat ketiga : MEGA – PRABOWO

Peringkat 1 : MEGA - PRO
Peringkat 2 : SBY - BERBUDI
Peringkat 3 : JK - WIN

Peringkat diatas sangat tergantung pada Mesin Politik Capres dan Cawapres. Keslahan pada ucapan dan keputusan yang dimunculkan akan membuat kalah.

SBY = Boediono berada pada posisi tengah berarti siap jadi pemenang apabila peringkat teratas membuat kesalahan. Jadi kehatia-hatian dalm ucapan dan sikap sangat menentukan kemenangan para Capres dan Cawapres 2009

Ini merupakan analisa saya ketika membaca profile masing-masing Capres dan Cawapres. Peringkat tersebut sangat tergantung kepada MESIN POLITIK atau TIM SUKSES terutama untuk MEGA dan SBY.
Kegagalan akan terjadi bila adanya kesalahan-kesalahan dan tidak mau memperbaikinya.


PANDANGAN
Berdasarkan pengamatan saya terhadap profile capres dan cawapres di atas, saya berpendapat secara pribadi, sebagai anak bangsa yang peduli terhadap negerinya, siapapun yang akan memenangkan pemilu nantinya, akan menjalani tugas yang paling berat dalam sejarah bangsa Indonesia dalam hal kepemimpinan.
Profile mereka sangat tidak menguntungkan untuk memimpin bangsa ini. Aura pengkhianatan, pertengkaran, permusuhan sangat kental sekali. Saya sependapat dengan Mama Lauren bahwa Indonesia untuk beberapa tahun ke depan sangat tidak menguntungkan.
Saya cenderung sependapat dengan pernyataan Rizal Ramli bahwa Indonesia butuh pemimpin Transformatif. Menurut saya partai seperti PAN, PKS, PKB, PBB, dan lain-lain mengajukan pemimpin alternative untuk mencegah atau menetralisir aura negative yang mengelilingi para competitor capres dan cawapres saat ini.
Siapapun, ya siapapun yang akan menang sangat diharapkan kearifannya melihat kondisi ini. Jangan sesumbar, tepati janji. Dan yang penting maaf kan semua yang terjadi. Bagi yang kalah harus menghormati dan mengikuti dengan bijaksana.
Anda jadi presiden karena Anda cinta rakyat Anda. Rakyat pilih Anda karena Rakyat Cinta Anda. Yang menang dan yang kalah Adalah Rakyat Anda. Jadi cintailah rakyat. Hapus pupus semua dendam dan kekhilafan. Maaf dan maafkan.